Membaca blog Mbak Falla selalu berhasil membuatku senyum-senyum sendiri. Terutama post-nya belakangan ini yang menjelaskan proses detil mengenai pernikahannya.
Aku jadi berpikir, "Kapan ya, giliranku?"
But, hmmm, menikah? Sounds... Weird?
***
Akan datang hari di mana kamu menemukan lelaki kedua yang kamu cintai, menjadi panutanmu dan sandaran hidupmu.
Kedua, setelah ayahmu.
Kedua, setelah ayahmu.
Hari itu, di mana laki laki itu sah memegang tanggung jawab menjagamu menggantikan ayahmu, pasti adalah hari di mana sang ayah merasa cemburu.
Cemburu karena gadis kecilnya yang dulu ia peluk ketika menangis namun selalu didorong untuk kuat berdiri sendiri, telah menemukan imamnya.
Cemburu karena ia bukan lagi satu satunya lelaki yang boleh menyentuhmu. Sekaligus terharu, melihat gadis kecilnya telah tumbuh dewasa.
Ilustrasi dad-daughter relationship. Sumber: google.com
Aku bisa melihat tatapan itu saat pertama aku mulai memperkenalkan seorang lawan jenis padanya. Sedih, haru, bahagia. Tak terdeskripsikan.
Tapi, kapanpun "hari itu" datang dan siapapun orang yang nantinya menjadi objek nyata dalam tulisanku, semoga ia adalah yang terbaik. :)
***
Kita bukan anak kecil lagi.
Harus kuakui bahwa aku menunggumu. Iya, kamu, lelaki di masa depanku.
Aku selalu ingin tahu...
Kamu, yang akan jadi lelaki kedua dalam hidupku, sekarang sedang apa? Sedang menungguku jugakah?
Sabar ya.
Kita akan bertemu, segera. Sesegera setelah kita masing-masing menyelesaikan tanggung jawab kita sebagai seorang anak dan membahagiakan orang tua kita. Sesegera setelah mereka butuh kesempurnaan kebahagiaan dengan melihat kita bersanding, atau bahkan, menggendong sesosok makhluk mungil dalam dekapan kita.
Masa depan itu tampak samar, memang. Tapi cuma kita yang bisa merencanakannya dan menjadikannya nyata. Jadi, bersiaplah, dear kamu. :)



ciee, galau nih, ahahahaha
ReplyDeletehahahahaha engga kok nis, cuma pengen meracau aja. kasihan ini blog dianggurin :p
Delete