Post ini ditujukan kepada seluruh muda-mudi, mahasiswa-mahasiswi, putra-putri terutama yang berkecimpung dalam dunia Arsitektur. Apabila kamu tidak termasuk di dalamnya, paling nggak kamu bisa share ke temen kamu. Apabila kamu nggak punya temen, paling nggak kamu masih bisa baca post ini. Apabila kamu nggak bisa baca jugak, paling nggak kamu bisa merasakan bahasa kalbu si penulis yang merintih dan tertatih-tatih.
-------
Ruang Empati di Sudut Kota?
Setuju nggak sih temen-temen bahwa kualitas kehidupan warga adalah cermin kehidupan di suatu kota? Tercapai atau nggaknya kualitas tersebut nggak hanya berasal dari warganya saja tapi juga dari pemerintah.
Tetapi, ketika kualitas tersebut nggak bisa dicapai oleh pemerintah, maka warga pun cenderung mencari solusi alternatif demi kesejahteraan mereka. Salah satu wujud aksi mereka adalah dengan munculnya pegiat-pegiat masyarakat yang bergerak bersama membangun kota melalui "jalur lain". Karena membangun kota adalah membangun manusianya, bukan hanya fisik semata. Betul? :)
Negeri kita, Indonesia, sangat khas dengan keberadaan kampung kota (urban villages) yang merupakan sebuah fenomena pemukiman tempat tinggal masyarakat perkotaan.
"Urban villages can play an important role in improving urban livelihoods, but only if they are included in more consolidated urban development, experts say." -The Jakarta Post (20/4/2011)
Namun faktanya, sekarang ini kampung kota tumbuh bersama pembangunan yang bergerak kian cepat dan seringkali nggak seimbang. Lalu muncullah sebuah kalimat: "Apakah dengan desain ruang yang berempati kita bisa turut serta menghidupkan kampung kota?"
Empati? Apa itu?
Secara harfiah, kata empati berasal dari bahasa Yunani empatheia yang berarti gairah, perasaan yang kuat, atau emosi. Prinsip dasar empati adalah 'sharing of feeling'. Empati muncul secara spontan ketika kita dapat menyelami perasaan/emosi orang lain.
Dalam ilmu psikologi, empati diartikan sebagai kemampuan manusia untuk memahami perasaan orang lain yang sedang mengalami kesulitan. Melebihi simpati, empati menjadikan dan mengajak kita untuk bersikap dan bertindak secara nyata dalam membantu orang lain.
Arsitektur menjadi salah satu bidang yang dapat mewujudkan tercapainya kualitas hidup masyarakat kampung kota. Kita, arsitek, sebagai bagian dari keduanya--arsitektur dan masyarakat, sudah seharusnya mampu menjembatani kedua elemen pembentuk kota ini.
So, mengangkat isu dan tema ini, kami mahasiswa dan mahasiswi Arsitektur UGM memanggil mahasiswa S1 Arsitektur dari seluruh Indonesia untuk mengikuti, Sayembara Wiswakharman Expo 2013:
Ruang Empati di Sudut Kampung Kota "Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Kampung Kota"
Kesempatan emas buat menunjukkan kreasimu. Mari wujudkan kualitas kehidupan masyarakat kampung kota dengan ide dan karyamu! :D
![]() |
| Klik gambar untuk memperbesar :D |
Terms of Reference - http://bit.ly/TOR_WEX
Registrasi - http://bit.ly/ registrasiwex
Informasi - 083867017087
-------
Kamu juga bisa like Facebook page WEX dan follow Twitter WEX untuk informasi lebih lanjut dan untuk inspirasi-inspirasi lain berkaitan Wiswakharman Expo 2013 serta tema "Ruang Empati di Sudut Kampung Kota." We upload pictures and articles about it. ;)

No comments:
Post a Comment