"Ya sudah, kalau gitu nggak usah lihat aku lagi! Katamu... Aku kan jelek, hitam—"
"—tapi aku suka."
Kata-katamu selalu berhasil membuat waktu terdiam.
Sementara kamu melarikan diri ke kepalaku dan memasang banyak cermin di sana, menggandakan bayanganmu, lalu lari ke hati. Di sana kamu berhenti dan meluapinya dengan lautan rasa.
Memang, kamu paling tahu caranya memainkan irama jantungku. Sekarang, kamu membuat alunannya tak lagi terkendali.
No comments:
Post a Comment