Tuesday, 25 September 2012

Kado untuk Gita Gutawa

Selamat sore pemirsa yang tersesat. Tersesat di blog saya, mungkin? Atau tersesat di hati seseorang yang tidak mungkin dimiliki namun tidak bisa kembali? Oh tapi kalau tidak merasa tersesat baguslah.

So, dengan berakhirnya kompetisi blog VAIO beberapa minggu lalu, saya dinyatakan BELUM BERUNTUNG, Saudara-saudara. Kemudian dalam beberapa hari saya mengumpulkan serpihan-serpihan semangat yang tercecer dan akhirnya kini saya berhasil move on dari hasil tersebut. Alhamdulillah yahh.

Tapi omong-omong soal laptop VAIO seri E terbaru, saya mau cerita soal ambassador-nya yang cantik jelita itu, yang sudah menjadi idola saya sejak... Sejak... Sejak... Pokoknya lama sekali. Sejak saya belum mengenal Struktur dan Konstruksi bangunan, sejak saya masih labil-labilnya, sejak saya masih pake baju seragam putih abu-abu yang dikeluarin biar keliatan gaul, sejak saya belum mengerti pahit manis kehidupan. Aih.

Siapa sih? Siapa sih?

Gadis yang kini telah bertransformasi menjadi wanita cantik tersebut adalah Aluna Sagita, atau orang-orang sering memanggilnya dengan Gita Gutawa. Bagi yang belum tahu, judul di atas "Alunan Sebuah Lagu" adalah arti dari nama Aluna Sagita. Hehehe.

Yeeeeeee~ *tepuk tangan*

Jadi dalam post ini saya akan menceritakan bagaimana mimpi saya untuk bertemu dengannya setelah sekian tahun akhirnya tercapai pada tanggal 11 Agustus 2012 lalu, tepat pada hari ulangtahunnya yang ke-19...




Wow, gimana ceritanya tuh?

Beberapa hari sebelum hari bersejarah tersebut, saya mendapat informasi dari forum Gitalovers bahwa sebagian anggota forum akan memberikan birthday surprise untuk Gita. Kejutan itu akan diberikan selepas konser tunggal Erwin Gutawa di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 11 Agustus, di mana Gita akan perform pada konser tersebut.

Saya sebenarnya bukan anak yang sering jalan-jalan, mungkin bisa dibilang terlalu rumahan. Bahkan saat itu saya nggak tahu JCC di mana dan sama sekali belum pernah ke sana. Yaiyalah, JCC itu kan tempatnya anak yang hobi nonton konser gitu loh. Sedangkan saya? Satu-satunya konser artis yang pernah ditonton cuma Konser Kotak Musik Gita Gutawa pas kelas 3 SMA. Itu pun ditemenin sama mama.
Oke, saya tahu kamu berpikiran apa.

Dan malam itu juga saya memutuskan untuk pergi ke JCC. Naik apa? Menurutmu? Saya ke sana naik taksi ditemani oleh mama. Nggak usah protes. Dalam kondisi seperti itu, dengan ketiadaan seseorang yang dipercaya untuk bisa mengantar ke sana, orang tua saya bersikeras untuk menemani saya ke sana. Karena hari sudah malam dan ikan mau bobok.

Sesampainya di JCC, saya langsung kontak anggota Gitalovers yang lain dan singkatnya saya bergabung dengan mereka. Mama menunggu di tempat pameran karena nggak enak katanya kalau ikutan nyanyi-nyanyi buat Gita. *....ngebayangin* Kami sudah menyiapkan kado dan kue untuk Gita. Dari Gitalovers sudah ada beberapa kado yang dibeli secara patungan. Saya nggak ikut patungan karena nggak ikut rapat-rapat persiapannya. Tetapi, saya menyiapkan kado khusus yang saya buat sendiri untuk Gita. Hehehe.

Jarum jam mulai menunjukkan pukul 10.00 malam. Itu berarti konser seharusnya sudah selesai. Namun karena kami para Gitalovers tidak menonton konser tersebut karena menyiapkan segala sesuatunya untuk surprise tersebut, kami tidak tahu berapa lama proses penutupan dan pemberesan dan evaluasi dan hal-hal lain yang dilakukan setelah konser itu. Kami, dengan sangat memprihatinkan, menggelosor di belakang gedung sambil menunggu. Para cowok-cowok sibuk dengan PES-nya dan cewek-cewek sibuk dengan rumpiannya dan beberapa nge-stalk twitter Gita.

Pukul 11.00-an, kami mulai bersiap, untuk mencari Gita. Kue sudah dibuka dan lilin sudah dinyalakan. Seorang koordinator Gitalovers yang sudah membuat janji dengan manager Gita sebelumnya, menghubungi manager tersebut. Kami berjalan ke arah gedung konser beramai-ramai. Sempat melihat mobil Pajero putih dengan plat B 616 UT milik Gita di tempat parkir, itu menandakan Gita masih ada di dalam. Masuk ke dalam gedung, kami menuju ke ruang artis. Pintu ruang Gita dibuka dan sekonyong-konyong kami masuk dan menyanyikan lagu Happy Birthday untuk Gita.

"Aaaa makasih, makasih," kata Gita bahagia.

Gita memotong kue yang permukaannya penuh dengan genangan lelehan lilin akibat menunggu selama hampir 1 jam untuk masuk ke ruang makeup. Tenang aja, kita nggak bakal ngeracunin Gita kok u_u
Kado kolaborasi dari Gitalovers yang berisi mosaik foto-foto Gita.

TADAA! Dan ini kado spesial yang aku bikin buat Gita. Duh, ngeblur ya?

Nah, jelas kan? :3

Foto bareng Gitalovers dan Gita Gutawa. Kenapa aku ngeliat kamera sendiri ya? -___- 

"Thank you buat semua support-nya." -Gita Gutawa
Yup. Dan itulah salah satu malam paling bersejarah dalam hidup saya. Ketemu, cipika-cipiki dan foto bersebelahan sama sang idola. Dan FYI, ketemu Gita memang salah satu impian saya sejak dulu, bahkan sampe masuk di dreambook saya. Hihihi.

Oh iya, beberapa orang penasaran sama kado yang saya kasih buat Gita. Karena selain gambar tersebut masih ada 1 CD yang saya masukkan ke dalam tas kain warna pink untuk Gita itu. Mau tau apa aja isinya? Nih, mari kita bongkar-bongkar.
Mari membuka kado bersama Mama Nyanyah.

Kado #1
Gita and Me
Gambar tangan yang didigitalisasi dengan sentuhan Dewa. Hawuu hawuu. 
Kado #2
CD yang berisi:
Ini juga gambar tangan dengan men-tracing foto asli Gitagut
 



Ini screenshot dari birthday greeting yang saya post di forum Gitalovers
Oke, udah ya? Apa? Kasih tau apa lagi? Udah tau, segitu doang. Iiih, maksa deh. Udah kok, beneran. Apa? Ada yang lain lagi? Duh, kalian ini. Yasudah kalau kalian memaksa...

Memang masih ada 2 hal lagi yang saya masukkan di CD itu. Yang pertama adalah cover lagu Sempurna yang saya nyanyikan sendiri dan yang terakhir adalah surat cinta untuk Gita Gutawa. AAAAA TUH KAN MALU KAN, MIAPAH!

Udahan ah, udah nggak mau ngasih tau lebih lanjut lagi. Cukup! Sekian! Terima kasih!

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...