Friday, 30 December 2011

Indonesia Juga Bisa Bikin Karya Animasi Berkualitas

Judulnya oke abis ye? Iye dongski.
Udeh, iye-in aje. Daripade beribet. Dan btw kenape ane jadi nulis kayak gene?
Tenang aje, ane bukan lagi sariawan, cume mau belajer ngomong gaul aje. Yeh, biar disangke abegeh gitu.


*pake kacamata item*


Ngomong-ngomong soal abegeh, zaman sekarang abegeh udah jauh makin berkembang aja ya. Dulu zaman saya abege, anak seumuran saya tuh masih mainan congklak sambil kepang-kepangan rambut, sekarang anak abegeh udah nggak main congklak lagi. Mungkin mereka pun malah nggak tau congklak itu apa.

Congklak itu...

Semacam kebutuhan sehari-hari yang berbentuk cekung dan bisa dibeli di supermarket.

Itu mah baskom kali, Nyak.


Dan kemudian daripada itu,
ada yang lebih penting lagi daripada sekedar meneliti apa itu congklak dan siapa penemunya.

Ini nih nih nih.
Buat kalian yang ngerasa abegeh, atau anak gaul, atau anak yang udah lewat masa abegeh tapi ngaku gaul, atau anak yang nggak gaul apalagi abegeh, atau apapun jenis kalian, kalian harus liat video ini.





Nah, masbro, mbaksis, kita--termasuk saya--pasti sebelumnya sering meng-underestimate bangsa kita sendiri. Tapi pernah nggak sih kita sadar kalo di Indonesia ini ternyata banyak juga generasi-generasi penerus yang punya potensi besar dan bisa berkarya lebih dari karya orang luar?

Animasi karya Lakon Animasi di atas salah satu contohnya. Itu adalah versi beta-nya.

Hei, coba perhatiin deh, untuk seukuran bangsa yang karyanya sering diremehin sama masyarakatnya sendiri, sebenernya itu udah cukup luar biasa loh. Bahkan kakek yang makan mie ayam di film tersebut nggak kalah ganteng kok sama Mr. Fredericksen di film animasi UP karya Pixar Animation :* #salahemot

Saya sebagai pengamat animasi dadakan dan calon animator gadungan memberi rating tiga setengah dari lima untuk film animasi bertitel Pada Suatu Ketika tersebut. Di mana kebanyakan film animasi lokal seringkali hanya saya apresiasi dua atau dua setengah dari lima.

Penilaian dari saya pribadi untuk kualitas animasinya sudah baik, terutama dalam pemberian efek dan detilnya. Pengaturan sudut pandang dan penataan musiknya juga sudah mendukung sehingga memberikan nyawa pada setiap adegan. Sebagai seorang penikmat animasi saya cukup terkesan melihat cuplikan babak pertama tersebut. Hanya sayangnya ada beberapa gerakan yang terlihat masih kaku dan belum natural seperti ketika bajajformer (atau apa itu namanya) melempar supirnya ke tanah sesaat sebelum bertransformasi.

Oke, ini sebuah awal yang baik dalam dunia peranimasian Indonesia. Dan jika benar akan ada lanjutan babak kedua dari versi beta ini atau bahkan film ini ditayangkan di layar lebar, saya yakin akan banyak sekali masyarakat Indonesia yang akan mengapresiasi hasil karya ini.



Jadi mulai sekarang kita ubah mindset kita terhadap karya Indonesia yuk. Nggak semuanya karya kita itu nggak berkualitas loh. Video tersebut sudah membuktikannya, kan? Tinggal gimana kita menggali potensi bangsa kita aja.

Dan lagi, nggak cuma mereka loh yang bisa, kita juga bisa. Empat sampai lima tahun ke depan kita juga harus bisa memberikan suatu kontribusi yang bermakna dong, nggak cuma bisa kritik dan demo sana sini aja. Ayo kita sama-sama memajukan bangsa ini, mulai dari hal kecil dulu.

Nggak ada salahnya bermimpi. Kalian yang berbakat di bidang tarik suara misalnya, perdalam aja terus dan gali potensi kalian, terus berjuang sampe jadi penyanyi yang bertaraf internasional. Atau kalian yang punya hobi nulis, latihan dan praktek aja terus, bikin sebuah tulisan atau novel yang berkualitas lalu terbitin dalam berbagai bahasa. Loh, kenapa nggak? Yang penting jangan nyerah dulu.

So, buat kalian para abege Indonesia, anak gaul Indonesia yang kreatif dan mandiri, calon penerus bangsa, ayo kita satukan tangan dan sama-sama bilang: "Kita bisa, Indonesia juga bisa!" :)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...